Sabtu, 04 Januari 2014

Metode Self Potensial

Berhubung sebentar lagi kami (Mahasiswa Geofisika UGM angkatan 2010), khususnya saya akan melaksanakan sebuah praktikum lapangan yang berkaitan dengan kegunungapian, maka saya mencoba merangkum apa yang saya pahami tentang salah satu metode yang akan dijalankan di praktikum tersebut nanti, yaitu Metode Self Potensial (SP).
Langsung saja... 
Sekilas Pendahuluan tentang Metode SP 

Apa itu Metode SP ?
Metode Self-Potensial (SP) adalah salah satu metode geofisika pasif yang mengukur besaran beda potensial di atas permukaan dari sumber yang dihasilkan secara alami oleh medium dibawah permukaan. 

Darimana munculnya SP ?
Beda potensial alami (background potensial) ini akan muncul akibat beberapa hal, yaitu (Telford, 1990) :
  •      Aliran fluida, aliran fluida ini juga dikontrol oleh suhu, baik akibat cuaca, suhu permukaan maupun suhu bawah permukaan dari mediumnya.
  •     Aktivitas bioelektrik akibat organisme (tumbuhan), biasanya diakibatkan oleh proses penyerapan air oleh akar tumbuhan berupa penyerapan ion-ion negatif.
  •      Konsentrasi larutan elektrolit pada air tanah, yaitu berpindahnya ion-ion dalam larutan elektrolit pada air bawah permukaan untuk mencapai kesetimbangan atau akibat pengaruh dari luar.
  •     Reaksi geokimia lain, yaitu reaksi reduksi dan oksidasi (redoks) pada zona mineralisasi.

Nilai potensial yang dihasilkan bervariasi, namun secara umum nilainya kurang dari 100 mV. Nilai yang terukur dapat berupa negatif atau positif. Beberapa karakteristik dari sumber potensial berdasarkan besar nilai yang dihasilkan diantaranya (Telford, 1990) :

  • Potensial akibat perubahan gradual dari difusi dan potensial elektrolit dalam air tanah, nilainya berupa efek regional dengan orde sekitar 30 mV/km, nilainya dapat positif maupun negatif.
  • Efek regional akibat topografi yang nilainya mirip dengan pengaruh dari difusi dan potensial elektrolit dalam air tanah (sekitar 30 mV/km) namun berasosiasi dengan uphill dan downhill ,dimana nilainya akan negatif saat uphill, dan kemungkinan diakibatkan oleh potensial aliran air tanah.
  • Potensial akibat aktivitas bioelektrik nilainya sekitar ratusan milivolt yang sangat negatif.
  • Potensial akibat zona sulfida juga nilainya negatif dengan orde ratusan milivolt, terutama jika pengukuran dilakukan tepat diatas zona mineralisasi sulfida tersebut.
  • Arus telurik periode panjang (> 1 menit) yang besarnya beberapa ratus milivolt per kilometer pada permukaan tanah yang resistif.
  • Negatif anomali sebesar 140 mV peak pada permukaan diatas zona panas 10 m dibawah permukaan dengan overburden rock batupasir di Marshall, Colorado (Corwin & Hoover, 1979)
  • Positif anomali dengan nilai 30 mV peak pada permukaan di lokasi pengukuran Wyoming 3 meter diatas zona panas (Corwin & Hoover, 1979). Anomali akan semakin positif jika batuan overburden semakin tipis, hal ini diduga berasosiasi dengan proses elektrokinetik (Telford, 1990).
  • Potensial di zona mineralisasi yang terukur dalam jangkauan beberapa milivolt hingga 1 volt, namun sebagian besar menyimpulkan bahwa nilai anomali SP yang bagus pada zona mineralisasi adalah 200 mV.
  • Potensial alami dari beberapa sumber ore/logam seperti Graphite (0,78 V), Pirit (0,73 V) dan galena (0,33 V). Pengukuran diatas permukaannya akan mendapatkan nilai yang lebih besar (hingga 1,5 V misalnya pada Grafit) (Sato & Mooney, 1960).

·          

Beberapa nilai yang telah didapat dari berbagai macam penelitian kadang bersifat lokal. Kegunaan lain metode SP diantaranya adalah untuk membantu mendeliniasi dan merelokasi sirkulasi fluida yang terjadi disepanjang zona sesar pada area panas bumi yang berasosiasi dengan pergerakan fluida panas bumi (Corwin, 1990), serta untuk mendeliniasi sistem thermal dari lingkungan gunungapi aktif (Nishida & Tomiya, 1986).

Oke...
Lanjutannya disambung di postingan selanjutnya :D
Referensi :
Telford, W.M. 1990. Applied Gephysics 2nd Edition
Beberapa paper tetang SP :D

0 komentar:

Posting Komentar